Mobil-mobil yang dilapisi emas dalam foto ini adalah Porsche, ASI Bentley W66 GTS dan BMW M5. Dari merknya aja sudah mahal ditambah lapisan emas langsung deh dapet gelar mobil unik yang mahaaaaaallllll…


semua hal2 mengenai kelebihan mahasiswa indonusa surakarta







TOKYO, KOMPAS.com – Prius mobil kompak hibrida kebanggaan Toyota telah menjadi top selling 2009 di Jepang. Ini merupakan pertama kali Prius meraih prestasi tersebut semenjak diluncurkan pertama kali pada 1997.
Menurut para analis di Tokyo, keberhasilan Prius tidak bisa lepas dari faktor insentif yang diberikan pemerintah Jepang untuk mobil irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
Tiga Kali Lipat
Penjualan Prius di Jepang selama 2009 hampir 3 kali lipat tahun sebelumnya, yaitu 208.876 unit, sesuai dengan data yang dikeluarkan Japan Automobile Dealer Assocication (JADA).
Ini untuk pertama kali pula Prius mengalahkan Suzuki Wagon R, mobil kecil dengan penjualan terbanyak selama 5 tahun berturut-turut di negeri Matahari Terbit tersebut. Model lain yang juga dikalahkan Prius adalah Honda Fit (di Indonesia dikenal dengan Jazz).
Stimulus yang diperkenalkan pemerintah Jepang tahun lalu membuat pembeli Prius bisa menghemat sampai 394.500 yen atau sekitar Rp 40 juta untuk versi termurah. Kendati demikian, begitu insentif pemerintah berakhir pada 30 September tahun lalu, penjualan Prius juga ikut turun.
“Prius salah satu model yang paling menguntungkan,” kata Yoshiaki Kawano, seorang analis dari perusahaan konsultan CSM Worldwide di Tokyo. Sementara itu, Wakil Presiden Toyota Motor, Yoichiro Ichimaru yang diwawancarai Bloomberg 5 Januari mengaku bahwa pengurangi pajak dan subsidi dari pemerintah Jepang memberi peran dalam peningkatan penjualan Prius.
Prius Gen-3 dijual dengan harga 2,05 juta yen (Rp 200 juta) dan 3,27 juta yen (Rp 327 juta) dengan konsumsi bahan bakar 7 persen lebih irit dibandingkan model sebelumnya. Klaim Toyota, konsumsi bahan bakar Pirus sesuai dengan sandard test di negara tersebut, 38 km/liter.
Simbol Gengsi
Banyak pemilik mobil besar Jepang mengganti kendaraan mewahnya, seperti Mark X dan Crown dengan Prius, kata Hiromi Inoue, Manajer Tokyo Toyopet, dealer dengan penjualan Toyota hibrida terbesar di Jepang.
Mobil hibrida telah menjadi simbol gengsi di Jepang. “Dengan hibrida, mereka tidak perlu kehilangan gengsi kendati harus menggunakan mobil dengan ukuran lebih kecil,” katanya.
Dijelaskan pula, untuk mengenjot penjualan Prius, Toyota telah menurunkan harga sampai 12 persen agar bisa bersaing dengan Honda Insight. Akibatnya, keuntungan yang diterima Toyota kini tinggal 200.000 yen per unit Prius.
Dari penjualan Crown, Toyota memperoleh keuntungan 1 juta yen dan sedan Lexus LS 2 juta yen. Demikian dikatakan oleh Koji Endo, Direktur Pengelola Riset Jepang di Tokyo. Sementara itu, Takanori Yokoi tidak mau menceritakan keuntungan yang dihasilkan Prius.
Satu Triliun Yen
Toyota telah mengeluarkan dana 1 triliun yen untuk mengembangkan mobil hibrida ini yang dimulai sejak 1990-an. Perusahaan tersebut baru memperoleh keuntungan dari Prius Gen-3.
Toyota menargetkan penjualan 1 juta mobil hibrida per tahun antara 2010 dan 2020. Seluruh model sudah punya versi hibrida dari 2020 sampai 2030.
Semenara itu, produsen mobil nomor tiga Jepang, Nissan juga akan memperkenalkan mobil irit bahan bakar yang berpotensi menggerogoti Prius. Sedangkan Honda berencana memperkenalkan dua model hibrida lagi tahun ini.
Penjualan mobil di Jepang selama Desember lalu naik 37 persen, kenaikan selama 5 bulan berturut-turun sejak Agustus 2009. Kendati demikian, penjualan selama 2009 lebih rendah 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Toyota Camry adalah mobil sedan kelas menengah atas yang pasar utamanya adalah Amerika dan Australia. Camry meraih Mobil Terlaris di AS dari tahun 1997 sampai 2000, dan 2002 sampai sekarang. Camry juga dijual di Jepang, serta berbagai negara Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Di Eropa, Camry tidak begitu laku, dan sekarang tidak dipasarkan lagi.
Pada mulanya Camry berawal dari Celica Camry yang merupakan versi mahal dari Toyota Carina. Mobil ini hanya dijual di Jepang dari tahun 1980 sampai 1982.
Amerika Serikat – Makin banyak saja pembalap dunia yang menjajal ajang NASCAR. Yang membanggakan, selalu saja pembalap itu memakai Toyota Camry.
Seperti yang dilakukan oleh mantan pembalap Formula 1 asal India, Narain Karthikeyan. Berawal dari ujicoba, Narain justru ancang-ancang ingin mengembangkan karirnya di NASCAR.
Pekan lalu dirinya telah menjajal Toyota Camry pada ajang ARCA series di Daytona. Narain tergabung pada Starbeast Motorsports Team, yang merupakan rekanan dari Tim NASCAR Sprint Cup - JTG Daugherty Racing.
“Benar-benar pengalaman baru dan ada hal yang luar biasa di sana,” kata Narain.
Dia merasa senang memperoleh kesempatan langka menjajal Toyota Camry di lintasan oval. “Saya sungguh beruntung mendapatkan kesempatan beberapa seri lagi di NASCAR. Balapan ini sungguh terasa alami dan benar-benar sebagai dasar dari motorsport,” pujinya.
Kendati begitu Narain belum berani memastikan apakah musim 2010 sudah tergabung secara resmi sebagai pembalap reguler. Menurutnya NASCAR masih perlu penjajakan.
“Bagaimanapun juga sekarang pikiran saya lebih terbuka, karena ada balapan lain yang tak kalah seru. Hanya saja saya masih menunggu perkembangan dari balapan A1GP. Jika ternyata balapan ini masih berlanjut, saya kembali ke sana, tapi jika tidak maka saya bisa mengkonsentrasikan diri di NASCAR,” janjinya. (*)
